Paradigma pemikiran manusia dalam memperoleh dan memanfaatkan pengetahuan

The Thinker (image credit: wikimedia commons)
The Thinker (image credit: wikimedia commons)

Pada dasarnya manusia adalah makhluk yang berpikir, setiap saat sejak dilahirkan sampai hembusan nafas terakhir manusia senantiasa berpikir. Berpikir merupakan sebuah proses yang menghasilkan pengetahuan, melalui serangkaian proses berpikir pada akhirnya akan sampai pada kesimpulan berupa pengetahuan. Dengan pengetahuan manusia dapat memecahkan permasalahan-permasalahan yang dihadapi dan dialaminya selama hidup sehingga mampu meningkatakan kualitas hidupnya. Dan melalui pengetahuan inilah muncul apa yang dinamakan peradaban manusia. Pada dasarnya, dalam memperoleh pengetahuan, manusia mendasarkan diri pada tiga pokok pertanyaan, yaitu: Apakah yang ingin kita ketahui? Bagaiman cara kita memperoleh pengetahuan? Dan apakah nilai pengetahuan tersebut bagi kita? Ketiga pertanyaan ini mewujud dalam tiga paradigma pemikiran, yaitu:

  • Ontologi, yang membahas tentang sifat alami realitas dan keberadaan sesuatu, tentang apa yang ingin kita ketahui, serta seberapa jauh kita ingin tahu. Manusia dibekali oleh panca indera, dimana dengan panca indera tersebut manusi dapat merasakan, melihat, mendengar, mencium bau dan lain-lain. Rasa penasaran dan keingintahuan akan muncul dari hasil interaksi antara panca indera manusia dengan lingkungan tempat ia berada. Misalnya ketika Newton tertimpa buah apel yang jatuh dari pohonnya sehingga muncul rasa keingintahuannya tentang bagaimana dan apa penyebab buah apel tersebut jatuh dari pohonnya. Muncullah pertanyaan tentang apa itu gravitasi.

 

  • Epistemologyatau teori pengetahuan, membahas secara mendalam segenap proses yang terlibat dalam usaha kita untuk memperoleh pengetahuan. Atau dengan perkataan lain membahas tentang bagaimana cara kita mendapatkan pengetahuan mengenai sebuah objek. Dari rasa ingin tahu maka selanjutnya manusia mengembangkan metode-metode dan proses tertentu untuk mengetahui kebenaran dan bagaimana “sesuatu yang ingin kita ketahui” tersebut dapat terjadi. Untuk memperoleh ilmu pengetahuan dikenal suatu metode yang disebut dengan metode ilmiah.
  • Aksiologiyakni teori tentang nilai. Membahas tentang nilai kegunaan dari pengetahuan bagi kita. Nilai kegunaan dari pengetahuan tersebut tergantung dari cara pandang kita terhadap pengetahuan tersebut. Misalnya pilmu pengetahuan tentang rekayasa inti atom/nuklir, di satu sisi ilmu pengetahuan tersebut dapat kita gunakan untuk sesuatu yang berguna bagi kemaslahatan manusia yaitu untuk pembangkitan energi listrik sedangkan disisi lain ilmu pengetahuan tersebut dapat digunakan untuk membuat bom atom yang mampu memusnahkan manusia.

Tulisan ini di-blog ulang dari tulisan saya pada Oktober 2008 di blog pribadi saya yang lain dengan sedikit perubahan dan penambahan seperlunya

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s